Soal Potensi Sanksi Pengurangan Poin Persib dan Hukuman untuk Bobotoh, PT LIB: Ranah Komdis PSSI

BeritaBola99 – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Ferry Paulus, bicara soal potensi hukuman pengurangan poin untuk Persib Bandung dan sanksi terhadap Bobotoh.
Ferry mengatakan hal itu bukan wewenang PT LIB selaku operator Liga 1. Menurut Ferry, badan yang berhak menjatuhkan sanksi adalah Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
PT LIB sudah memanggil perwakilan manajemen dan panpel Persib serta pengurus Viking untuk meminta klarifikasi. Diketahui, kericuhan terjadi usai laga Persib vs Persija di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (23/9).
Saat itu sejumlah pendukung Persib turun ke lapangan dan mengejar steward yang bertugas. Aksi ini dipicu dugaan adanya pelecehan yang dilakukan oknum steward terhadap Bobotoh saat bertugas mengamankan laga Persib kontra Port FC.
“Jadi, sanksi itu bukan ranahnya kita. Sanksi pengurangan poin dan seterusnya. Hanya memang rekomendasi atas kejadian-kejadian yang menurut kita Grade A, Grade B, Grade C, yang itu bisa kami lakukan klarifikasi,” kata Ferry Paulus.
“Tapi justifikasi, keputusan semua ada di Komdis, kami tidak punya badan yudisial (seperti Komdis PSSI), untuk melakukan (menjatuhkan) sanksi-sanksi tadi,” tutur Ferry.
Ferry menjelaskan bahwa yang bisa dilakukan PT LIB jika memang ada pelanggaran dari Persib dalam hal penyelenggaraan pertandingan adalah pengurangan dana kontribusi.
“Yang bisa kami lalukan itu, kami punya yang namanya sanksi administrasi. Teman-teman sudah paham, bahwa ada yang namanya (dana) fix kontribusi, ada (dana) variabel kontribusi. Di dalam variabel kontribusi itu memuat salah satunya sanksi administrasi. Dan sifatnya ini sangat besar,” ucap Ferry Paulus.
Terkait dugaan intimidasi sampai kekerasan yang dilakukan ofisial dan pemain Persib terhadap Bobotoh usai laga kontra Port FC, Ferry mengatakan hal itu bukan kewenangan PT LIB untuk menanggapi.
“Itu nanti ranahnya komdis untuk mengklarifikasi dan melakukan pendalaman-pendalaman,” ucap mantan Direktur Olahraga Persija Jakarta tersebut.