Kontradiksi Senyum Lebar Jadon Sancho dengan Kesulitan Manchester United

Kontradiksi Senyum Lebar Jadon Sancho dengan Kesulitan Manchester United

BeritaBola99 – Dejavu terjadi kepada Borussia Dortmund di Liga Champions. Pada 2013 saat final dihelat di Wembley, Dortmund lolos ke final, dan tahun ini final kembali dimainkan di Wembley – Dortmund pun menyegel tiket final.

Die Borussen – julukan Dortmund – menyingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan agregat gol 2-0. Usai menang 1-0 di Jerman, Dortmund menang 1-0 di Parc des Princes pada leg dua semifinal Liga Champions, Rabu (08/05) dini hari WIB.

Dortmund mencapai final Liga Champions untuk kali ketiga setelah 1997 dan 2013: sekali menjadi juara pada 1997, kemudian kalah dari Bayern Munchen (1-2) di final 2013.

Dua pemain dari final 2013 di Wembley, saat klub dilatih Jurgen Klopp, masih berada pada skuad terkini yang dilatih Edin Terzic, yakni Mats Hummels (35 tahun) dan Marco Reus (34 tahun).

Keberhasilan Dortmund mencapai final Liga Champions merupakan kejutan besar musim ini. Tidak banyak yang memprediksi Dortmund dapat melakukannya, terlebih mereka ada di grup ‘neraka’ bersama PSG, AC Milan, dan Newcastle United.

Terlebih, Dortmund melakukan transfer pemain dengan tepat kala merekrut Marcel Sabitzer, Niclas Fullkrug, Ramy Bensebaini, Felix Nmecha, dan meminjam dua pemain: Jadon Sancho dan Ian Maatsen.

Dua pemain pinjaman tersebut berkontribusi besar meningkatkan performa Dortmund. Maatsen, dipinjam dari Chelsea, langsung bermain reguler pada posisi bek kiri dan Sancho, yang dipinjam dari Manchester United dan mengenal Dortmund, tidak butuh waktu beradaptasi.

Dalam dua laga melawan PSG, Sancho menjadi momok pertahanan mereka dan bermain baik. Hal tersebut menjadi kontradiksi dengan performa buruk Manchester United.

Squawka memberikan statistik: Sancho mencapai final Liga Champions sebanyak laga yang dimenangi Man United musim ini (satu kali).

Perbandingan keduanya tidak terelakkan, mengingat cara Sancho pergi dari Man United dengan meninggalkan cerita. Di sana, Sancho berbeda pendapat dengan Erik ten Hag, menyebutnya pembohong di media sosial dan tidak meminta maaf.

Sancho dibekukan dari tim utama Man United dan akhirnya dipinjamkan ke Dortmund. Transfer itu berbuah positif bagi Sancho yang kini mencapai final Liga Champions, sementara Man United tampil angin-anginan menjelang akhir musim.

Sancho bukan satu-satunya mantan pemain Man United, ada juga Marcel Sabitzer yang musim lalu dipinjamkan Bayern Munchen ke Man United. Keduanya bermain di Liga Europa musim lalu, kini berada di final Liga Champions.

“Wembley, kami datang,” ucap Sancho di akun resminya melalui X. Bermain di Wembley bak ditakdirkan untuknya setelah musim lalu juara Piala Liga dengan Man United, mencapai final Piala Eropa 2020 dengan Inggris, dan ia pemain asal Inggris.

Dalam kurun waktu lima bulan, sempat bermain dengan tim muda Man United, Sancho kini menapaki final Liga Champions. Tak heran apabila Dortmund berkeinginan mempermanenkan kontraknya.

“Biaya pinjaman Jadon Sancho meningkat lagi untuk keuntungan Manchester United, dan Borussia Dortmund akan sangat senang untuk membayar biaya tambahan,” papar Fabrizio Romano.

“Rekrutan fantastis, Sancho dan Maatsen dipinjam pada Januari – sekarang mencapai final Liga Champions di Wembley dengan Dortmund.”