Pelatih Sevilla Izinkan Samir Nasri Minum-Minum dan Pergi ke Klub Malam

0
40
Pelatih Sevilla Izinkan Samir Nasri Minum-Minum dan Pergi ke Klub Malam
dinasty-poker

Pelatih Sevilla Izinkan Samir Nasri Minum-Minum dan Pergi ke Klub Malam

Gilabola.com – Samir Nasri mengungkapkan kebebasan luar biasa yang diberikan kepadanya sebagai pemain Sevilla oleh mantan pelatihnya, Jorge Sampaoli, yang mengizinkan pemain Prancis itu pergi ke klub malam dan minum-minum selama dia tampil bagus di lapangan.

Mantan pemain timnas Prancis Samir Nasri menikmati kebangkitan bersama Sevilla di bawah asuhan pelatih Argentina Sampaoli pada musim 2016/2017 setelah bermain dengan Arsenal dan Manchester City, memimpin tim dalam persaingan merebut gelar La Liga sebelum akhirnya finish di urutan keempat klasemen.

Nasri, 32 tahun, yang sekarang bermain untuk Anderlecht di Belgia, mengenang waktunya di Sevilla – dan hubungannya yang sangat dekat dengan Sampaoli – dalam sebuah wawancara di Instagram.

“Saya memiliki hubungan persahabatan yang baik dengan Sampaoli. Dia lebih seperti teman daripada pelatih,” kata Nasri. “Sampaoli sangat menyukaiku sehingga dia berkata kepada saya, ‘Datanglah ke tim kami, kamu bisa minum, pergi ke klub malam, lakukan apa yang kamu inginkan dan saya akan menutupinya. Yang saya minta adalah kamu bermain dengan baik di lapangan pada akhir pekan’.”

“Faktanya, pada satu akhir pekan saya tidak bisa bermain dan saya ingin pulang dan melihat keluarga saya [di Prancis] dan dia (Sampaoli) menawarkan untuk mengawasi rumahku dan memberi makan anjingku.”

Tapi musim hebat Samri Nasri mulai berubah menjadi buruk setelah ia menjalani perawatan di sebuah klinik di Los Angeles, Amerika Serikat, dengan dia dikatakan memakai obat kekebalan Drip IV [intravena] yang akhirnya membuatnya dilarang bermain sepak bola selama 18 bulan karena melanggar aturan anti-doping.

“Apa yang terjadi di Los Angeles merusak musim saya,” tambahnya. “Itu adalah suntikan vitamin yang sah dan saya punya resepnya tetapi klinik menyuntik saya dengan dosis yang lebih besar dari yang saya harapkan. Saya merasa hancur karena saya pikir saya akan dilarang bermain selama dua tahun.”

“Saya tidak ingin bermain lagi setelah itu. Saya bahkan mengatakan kepada Sampaoli untuk tidak memainkan saya, tetapi dia selalu ingin saya bermain. Saya tersesat, saya cemas dan marah dengan segalanya. Saya tidak menunjukkannya di lapangan tetapi sepak bola sudah berakhir untuk saya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here