Mourinho Gagal di Manchester United Gara-gara Kebanyakan Mengoceh

0
21
berita-bola94
dinasty-poker

Legenda Manchester United, Bryan Robson mengatakan bahwa periode di mana Jose Mourinho gagal di MU adalah ketika sang pelatih mulai mengumbar ocehannya di depan media.

Jose Mourinho ditunjuk sebagai pelatih baru Manchester United pada musim panas tahun 2016 menggantikan posisi Louis van Gaal. Mourinho menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan diharapkan mengembalikan kejayaan Manchester United.

Di tahun pertamanya di Old Trafford, Mourinho seperti membuat fan Manchester United melihat tanda-tanda awal kebangkitan. Di tahun pertamanya, Mourinho memenangkan tiga trofi, yakni Community Shield, Piala Liga dan juga Liga Europa.

Di tahun keduanya, Mourinho gagal meraih satu pun trofi meskipun sebelumnya mendatangkan Romelu Lukaku, Nemanja Matic dan juga Victor Lindelof dengan harga yang cukup mahal. Di Premier League, Mourinho membawa Setan Merah finish di posisi kedua, sembilan poin di belakang Manchester City. Sementara di Piala FA ia gagal juara setelah di final dikalahkan Chelsea dengan skor tipis 0-1.

Di musim ketiganya di Old Trafford, Mourinho mengawali musim dengan buruk, di mana mereka kalah dua kali dari tiga pertandingan awal di liga. Termasuk di dalamnya kekalahan tiga gol tanpa balas atas Tottenham. Dan setelah itu, Mourinho pun mulai banyak berkomentar di media. Mulai dari mengkritik klub hingga mengkritik para pemainnya sendiri. Dan inilah yang menurut Robson menjadi awal kejatuhan Mourinho.

Simak komentar Bryan Robson mengenai momen di mana Jose Mourinho gagal Manchester United selengkapnya di bawah ini ya.

Terlalu Banyak Mengkritik

Dalam komentarnya, Robson menilai bahwa Mourinho gagal ketika ia mulai membicarakan pemainnya di depan media. Komentar-komentar Mourinho itu sendiri diucapkan menyusul rentetan hasil buruk yang didapatkan Setan Merah di tahun ketiga Mourinho.

“Bila anda tak melakukan sebaik yang anda inginkan, anda akan menjadi tegang dan mengatakan sesuatu di media padahal anda berharap anda tak mengatakan hal itu,” ujarnya.

Mourinho sendiri pada akhirnya harus rela dipecat dari posisinya sebagai pelatih pada 18 Desember 2018 setelah hanya meraih tujuh kemenangan di 17 pertandingan awal Premier League.

“Jose Mourinho melakukan pekerjaan hebat ketika dia datang ke sini. Kemudian sesuatunya di sekitar klub tak berjalan seperti yang dia inginkan. Dia mulai mengkritik klub dan para pemain. Anda tak bisa melakukan itu,” lanjutnya.

“Ketika anda adalah sebuah klub besar seperti Manchester United, anda tak bisa mengkritik orang-orang yang anda berusaha mendapatkan yang terbaik dari mereka. Itulah di mana Mourinho gagal di Manchester United, mengkritik pemain di depan media,” tandasnya.

Robson Sempat Dukung Mourinho

Bryan Robson sendiri adalah beberapa orang yang memberikan dukungan kepada Mourinho ketika sang pelatih mendapatkan banyak kritik dan tuntutan untuk mundur.

Jauh sebelum akhirnya Mourinho dipecat pada bulan Desember, Robson adalah sosok yang percaya Mourinho masih layak untuk mendapatkan waktu. Dalam pandangan Robson ketika itu, fans yang menuntut pemecatan Mourinho hanyalah fans minoritas dan yakin Mourinho masih mendapatkan banyak dukungan.

“Saya rasa situasinya cukup sederhana, di mana fans-fans yang meminta Mourinho mundur adalah fans-fans minoritas,” ujar Robson kepada MUTV ketika itu.

“Hanya minoritas fans yang meminta pergantian manajer setelah klub mendapatkan beberapa hasil buruk. Namun masalahnya para fans minoritas ini adalah mereka yang berbicara paling keras.”

“Para fans tahu betul track record yang dimiliki Jose. Setelah tiga pertandingan, para fans tidak berbicara mengenai pemecatan manajer, tetapi mereka menyemangati dan terus mendukungnya.” tandasnya waktu itu.

Video Pemecatan Mourinho

Berita video Manchester United resmi mengumumkan telah memecat Jose Mourinho pada Selasa (18/12/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here