Liga Jerman Ingin Lanjutkan Kompetisi, Jika Perlu Tanpa Penonton

0
38
Liga Jerman Ingin Lanjutkan Kompetisi, Jika Perlu Tanpa Penonton
dinasty-poker

Liga Jerman Ingin Lanjutkan Kompetisi, Jika Perlu Tanpa Penonton

Liga Jerman menyatakan ingin segera melanjutkan kompetisi, bahkan jika perlu tanpa kehadiran penonton, agar bisa merampung jadwal di tengah pandemi viruscorona di Eropa.

Kompetisi-kompetisi di Eropa mengalami penundaan dengan merebaknya wabah penyakit yang secara resmi disebut dengan Covid-19 itu, termasuk sejumlah kompetisi di bawah UEFA.

Liga Sepak Bola Jerman selaku otoritas Bundesliga menghentikan semua kompetisi liga domestik sampai 30 April dan ada keinginan untuk menyelesaikan kompetisi itu dengan syarat tertentu.

“Kami ingin mengakhiri kompetisi pada 30 Juni, dan hal tersebut masih menjadi pegangan kami sampai saat ini. Kami ingin melihat apa yang mungkin bisa dilakukan,” ucap Christian Seifert, Presiden Liga Sepak Bola Jerman pada konferensi pers yang dilakukan secara online. “Jika kompetisi dilanjutkan, bisa diasumsikan bahwa laga-laga akan dilangsungkan tanpa kehadiran penonton, mungkin sampai musim depan atau sampai akhir tahun.”

Penghentian kompetisi ini berimbas pada aspek keuangan klub-klub Liga Jerman yang masih harus menggaji para pemain dan staf, tanpa ada pemasukan dari penjualan tiket maupun hak siar televisi dan penjualan merchandise.

Beberapa klub memilih memotong gaji pemain dan ada pula yang merumahkan para pegawai klub, dan Seifert menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan pengurangan poin andai ada klub yang menyatakan diri bangkrut.

Pada pekan lalu Bayern Munchen, Borussia Dortmund, RB Leipzig dan Bayer Leverkusen memutuskan untuk membagi pemasukan dari hak siar televisi guna menolong situasi finansial klub-klub lain di bawah mereka, tapi Seifert belum mengetahui bagaimana cara pembagian pendanaan tersebut.

Kompetisi di liga-liga Eropa lainnya dihadapkan dengan ketidakpastian, seperti yang terjadi pada Liga Italia dan Liga Spanyol, di mana Italia dan Spanyol menjadi dua negara terparah di kawasan Eropa dalam soal penyebaran penyakit ini.

“Kami belum tahu bagaimana perkembangan di Inggris, Spanyol, Perancis dan Italia,” tambah Seifert. “Ada banyak tidakpastian. Bundesliga mempunyai kondisi yang lebih baik dibanding liga-liga Eropa lainnya. Diskusi yang kami lakukan bersama media-media pemegang hak siar berada di level yang berbeda.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here