Klub-klub Premier League Berperang Melawan Dua Stasiun Televisi

0
74
dinasty-poker

Klub-klub Premier League Berperang Melawan Dua Stasiun Televisi

Klub-klub Premier League berperang di banyak lini, bukan saja di atas lapangan hijau dan melawan wabah penyakit, kini mereka juga akan berperang melawan dua stasiun televisi.

20 tim peserta Liga Inggris akan berperang melawan dua stasiun televisi pemilik hak siar pertandingan, yang berencana menjatuhkan denda kepada mereka hingga Rp 14,8 Trilyun jika sampai gagal menyelesaikan musim kompetisi ini.

Sportsmail mengungkapkan pada hari Selasa bagaimana klub-klub Premier League di kasta teratas Liga Inggris itu berpotensi diseret ke pengadilan oleh mitra siaran mereka, Sky Sports dan BT Sport, jika mereka gagal memenuhi komitmen untuk menyelesaikan musim sebelum 31 Juli.

Sebagai bagian dari paket penyiaran Liga Inggris melalui televisi saat ini, yang bernilai total lebih dari 52 Triliun rupiah selama tiga musim, Sky Sports memiliki hak untuk menyiarkan 128 pertandingan secara live, sementara BT Sport mendapatkan sisa 52 pertandingan.

Advertisement

berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Tetapi penundaan dan ketidakpastian kapan Liga Inggris musim 2019/20 ini bisa dimulai kembali, membuat klub menghadapi prospek melanggar perjanjian penyiaran mereka dengan kedua stasiun televisi itu.

Masih harus dilihat apakah para kedua stasiun televisi itu lebih suka mengajak ribut di pengadilan melawan Premier League guna mendapatkan kembali sebagian dari uang mereka, yang bisa bernilai hingga 647 miliar rupiah untuk masing-masing klub, jika cukup banyak pertandingan batal ditayangkan di televisi.

Tetapi sebuah sumber mengatakan kepada Sportsmail bahwa klub-klub Liga Inggris tidak akan mau menerima hukuman denda itu dan sudah mulai mempersiapkan sebuah skenario hukum untuk melawannya.

Klub-klub Premier League diketahui sangat menyadari dampak keuangan jika musim tidak diselesaikan secara sepantasnya. Tetapi dengan kesepakatan TV saat ini yang berakhir pada tahun 2022, klub menyadari juga bahwa kedua stasiun televisi itu perlu mempertahankan hubungan yang baik dengan pihak Premier League menjelang periode negosiasi berikutnya.

Jika Sky Sports dan BT Sport mengajak ribut di pengadilan maka peristiwa ini akan menjadi pelajaran bagi klub-klub Premier League soal mencatumkan sebuah pasal force majeure pada perjanjian kontrak musim-musim selanjutnya, guna mencegah stasiun televisi melakukan upaya hukum apa pun untuk menjatuhkan denda kepada mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here