Karir Mateo Kovacic: Dimulai dari Obrolan Emak-emak di Penitipan Anak

0
53
berita-bola93
dinasty-poker

Chelsea baru saja mempermanenkan status transfer gelandang Mateo Kovacic. Pemain asal Kroasia tersebut dibeli dari Real Madrid dengan harga 45 juta euro, setelah dipinjam selama satu tahun.

Pemain berusia 25 tahun tersebut akan berada di Staford Bridge hingga lima tahun ke depan. Mateo Kovacic bakal jadi salah satu pilar andalan di lini tengah Chelsea.

Pada musim 2018/19 lalu, dengan status pinjaman Mateo Kovacic memainkan 51 laga bersama Chelsea di semua kompetisi. 36 laga di antaranya sebagai pemain inti. Salah satu laga yang dimainkan adalah final Liga Europa melawan Arsenal, ketika The Blues menang 4-1.

Sebelum bermain dengan Chelsea, juga Real Madrid, Mateo Kovacic sudah pernah membela Inter Milan dan Dinamo Zagreb. Jika ditelisik lebih jauh, maka klub pertama Kovacic adalah LASK Linz, yang dibelanya pada level junior.

Lebih jauh lagi, jalan Kovacic untuk jadi pemain kelas dunia dimulai dari obrolan ‘emak-emak’ di sekolah. Saat itu, Kovacic berada di tempat penitipan anak di Linz, Austria.

“Seorang teman saya mulai bermain ketika dia berusia lima tahun dan memberi tahu ibunya bahwa saya pemain yang bagus. Ibunya berbicara dengan ibu saya, dan dia membawa saya ke sesi latihan pertama sata ketika saya berumur lima tahun. Saya lebih muda dari semua pemain di sana,” ucap Kovacic di situs resmi Chelsea.

“Saya sangat muda, tetapi saya menyadari ketika saya berusia lima atau enam tahun saya cepat, dan saya memiliki sesuatu yang anak-anak lain tidak miliki. Saya selalu bermain satu lawan tiga di TK dan saya cukup bagus,” sambungnya.

Setelah itu, Kovacic kemudian pindah ke LASK Linz, sebuah klub yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dari situ, Kovacic mulai belajar sepak bola dengan serius. Ayahnya mendukung dengan merekam permainan Kovacic dan kemudian dievaluasi bersama.

Pertandingan Menentukan

Pada usia 10 tahun, Kovacic terlibat dalam sebuah pertandingan penting. Ketika itu, LASK Linz menjalani laga melawan Dinamo Zagreb. Singkat cerita, Dinamo Zagreb kemudian tertarik pada bakat besar yang dimiliki oleh Mateo Kovacic.

Mirip kisah Ronaldo ketika Sporting Lisbon menjalani laga uji coba melawan Manchester United. Dimana United kemudian membeli Ronaldo.

“Selama dua tahun saya pergi bersama mereka [Dinamo Zagreb] ke turnamen dan bermain bersama mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa keluarga saya kembali ke Kroasia. Itu adalah salah satu hari paling membahagiakan dalam hidup saya.”

Kovacic sempat mengalami momen pahit di karirnya saat masih berusia sangat muda. Pada usia 14 tahun, dia cedera parah. Kakinya patah. Tapi, dia tidak menyerah begitu saja. Kovacic bangkit dan kini dia menjadi menjadi andalan untuk Chelsea.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here