Dibuang Manchester City, Joe Hart Curhat Ke Pangeran Inggris

0
32
KIper Joe Hart mantan pemain Manchester City
dinasty-poker

KIper Joe Hart mantan pemain Manchester City

Gilabola.com – Joe Hart bicara blak-blakan saat diwawancarai Pangeran Williams saat membahas karirnya di klub Liga Inggris Manchester City.

Meski kini tengah berkarir di Burnley, namun Joe Hart masih belum melupakan masa-masa baktinya di klub raksasa Liga Inggris Manchester City. Kepada Pangeran Williams di sesi wawancara BBC One ia menekankan sakit hatinya, karena tidak merasa diinginkan oleh pelatih Pep Guardiola.

Kiper berusia 33 tahun itu kesulitan mempertahankan posisinya saat masih berseragam The Citizens tahun 2016 silam. Sang pelatih lebih memilih Claudio Bravo daripada Joe Hart dan hal itu ia akui menyakitkan saat diwawancarai sang Duke of Cambridge di program radio berjudul ‘Football, Prince William and our Mental Health’.

Pangeran yang merupakan anak dari mendiang Puteri Diana tersebut bertanya apa yang telah menjadi pukulan terbesar bagi Joe Hart dalam karirnya. Sang bintang sepak bola lantas mengakui jika apa yang ia sampaikan terdengar menyedihkan tapi merupakan kebenaran, dengan betapa sedihnya tidak dimainkan dan tidak diinginkan oleh pelatihnya sendiri.

Masa karir Joe Hart di Manchester City tak sekelam di Burnley

Kekecewaan itu Joe rasakan saat dengan manajer baru di kubu The Sky Blues saat itu, manajer yang ia nilai sebagai manajer yang paling penting di dunia. Joe Hart bahkan merasa jika Pep Guardiola tidak selalu suka pada sang pemain.

Joe juga mengakui jika perjuangannya saat ini untuk masuk ke tim utama di Turf Moor tak kalah sulit, namun menganggapnya sebagai tantangan. Masa karirnya saat ini menjadi titik terendah dalam karir sepak bolanya namun tetap bukan yang terburuk.

Sang bintang merasa nyaman dengan apa yang sedang terjadi sejauh musim ini. Ia mengaku sedih dan kecewa karena tidak bertanding, karena dirinya tahu apa yang ia inginkan dan tahu jika dirinya masih mampu membuktikan masih layak dipercaya.

Joe Hart kecewa bagaikan anak sekolahan yang tidak dihargai dan hal itu sulit ia terima. Meski merasa saat ini menjadi waktu yang muram bagi karirnya, namun Joe tetap melihatnya sebagai sebuah tantangan untuk bangkit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here