Curhat Pemain Liga Spanyol Dipaksa Teruskan Musim di Tengah Wabah

0
41
Curhat Pemain Liga Spanyol Dipaksa Teruskan Musim di Tengah Wabah
dinasty-poker

Curhat Pemain Liga Spanyol Dipaksa Teruskan Musim di Tengah Wabah

Gilabola.com – Kekuatan uang sangat jelas di balik upaya diteruskannya kompetisi sepak bola musim ini di tengah wabah dan para pemain Liga Spanyol menyampaikan curhat mereka soal pemaksaan ini.

Sejumlah pemain Liga Spanyol curhat bagaimana mereka mirip karakter penghibur di televisi saat kompetisi musim ini hendak diteruskan, sementara belum ada tanda-tanda Covid-19 mereda. Marca merekam sebagian curhat mereka itu, tanpa identitas tentu saja guna melindungi mereka dari bullying netizen, penggemar bola, maupun bos mereka sendiri di klub La Liga.

Liga Jerman akan memulai kembali kompetisi mereka pada Sabtu 16 Mei 2020, sementara tiga liga elit Eropa lainnya sudah mencanangkan digulirkannya kembali liga mereka masing-masing pada pertengahan Juni. Liga Spanyol menargetkan 12 Juni sebagai tanggal pertama dimulainya kembali kompetisi setelah terhenti selama dua bulan.

Tetapi hal ini tidak bisa diterima dengan baik oleh para pemain Liga Spanyol. Satu di antaranya mengatakan, “Aturan [protokol kesehatan] itu terasa dibuat-buat karena kami hampir tak bisa memahami apa isinya. Dan isinya terus berubah-ubah [selama beberapa pekan terakhir]. Saya kira kami menjadi sedikit gila karena tidak ada kejelasan. Saya tinggal di sebuah apartemen dengan sedikit teras. Bisa sedikit melakukan sepeda [statis], tapi kalau lari sulit dilakukan.”

Satu kapten klub di Liga Spanyol mengatakan, “Rekan satu tim saya yang baru saja ketularan dalam kondisi baik-baik saja, tapi hendaknya kita semua jangan lupa bahwa dalam waktu dua hari saja, [penyakit itu] sudah 10 orang dari kami terpapar.”

Satu penjaga gawang mengatakan bahwa ia merasa para pemain sepak bola mirip dengan karakter film kartun di televisi, hanya ada untuk menghibur orang lain. “Sangat terganggu mendengar orang-orang mengatakan ‘itu menjadi tugas mereka [pemain bola menghibur orang] demi mendapatkan nafkah’. Seakan-akan kami ini film kartun di televisi. Kami juga punya keluarga dan hak-hak sebagai buruh,” kata sang kiper itu.

Pelatih Rayo Vallecano Paco Jemez adalah satu-satunya orang yang bersedia dikutip identitasnya dan ia mengatakan kesulitan yang dihadapi dalam posisinya sebagai manajer, terjepit antara suara para pemain dan keinginan klub untuk meneruskan musim demi mendapatkan uang.

“Mereka yang tidak kehilangan anggota keluarga atau kawan dekat memiliki keuntungan [secara emosional dari keputusan melanjutkan musim ini]. Atau 90 persen orang yang hidup di rumah yang sangat besar. Tapi mayoritas pemain Rayo tinggal di apartemen. Para pemain yang sudah memiliki kekebalan juga diuntungkan.”

“Pekerjaan pertama saya adalah memotivasi para pemain. Meyakinkan mereka bahwa hidup mereka tidak dalam bahaya. Tapi bagaimana caranya [meyakinkan mereka itu]. Mereka bukan orang bodoh. Keputusan itu (melanjutkan Liga Spanyol musim ini) dibuat atas dasar komersial, bukan alasan kesehatan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here