Chelsea Hadapi Empat Masalah Besar Jika Liga Inggris Beraksi Kembali

0
45
Chelsea Hadapi Empat Masalah Besar Jika Liga Beraksi Kembali
dinasty-poker

Chelsea Hadapi Empat Masalah Besar Jika Liga Beraksi Kembali

Gilabola.com – Chelsea punya empat masalah besar jika Liga Inggris kembali digelar, termasuk jika sisa laga di musim ini berlangsung di tempat netral.

Pelatih the Blues, Frank Lampard, menegaskan sepak bola tak bisa kembali digelar jika ada risiko pada kesehatan pemain maupun staf pelatih.

Lampard sendiri akui, dia memiliki keinginan sama dengan semua orang, yakni melanjutkan kembali Liga Premier musim ini setelah sempat dihentikan akibat krisis coronavirus.

“Kami semua sadar akan keinginan banyak orang agar kami kembali bermain, dan betapa kami mencintai dunia sepak bola. Saya juga sangat menyadari hambatannya. Ada banyak kendala yang harus dilewati semua orang,” ujar Lampard kepada BT Sport, seperti dilansir SunSport.

“Saya tentu saja tidak akan menunjuk jari, saya pikir kita semua bekerja ke arah yang sama: ingin merumput lagi,” tegasnya.

“Tapi, tentu saja, kesehatan dan keselamatan harus lebih diutamakan. Sekarang semua langkah untuk mencoba dan mewujudkannya menjadi hal penting. Karena, kami tidak bisa mengambil risiko terhadap kesehatan pemain dan staf yang bekerja. Kami tak bisa,” ungkap pelatih Chelsea berusia 41 tahun itu.

Lampard juga ungkapkan empat masalah besar yang ia yakini harus diselesaikan lebih dulu, sebelum musim ini dilanjutkan kembali.

1. Tes lebih penting untuk petugas medis
Saat ini, rencananya, kompetisi musim ini akan dilanjutkan lagi pada 12 Juni mendatang, dan pertandingan berlangsung secara tertutup di tempat netral – jika pemerintah memberikan lampu hijau.

Para pemain akan jalani tes Covid-19 dua kali dalam sepekan. Itu berarti, Liga Premier berencana untuk mengantisipasi – dan juga mendanai, lebih dari 10 ribu tes sejak latihan dimulai kembali hingga akhir musim.

Lampard setuju dengan tes secara reguler untuk para pemain dan stafnya. Tapi, hal itu seharusnya tidak lebih diutamakan dibandingkan dengan tes yang harusnya dijalani mereka yang bekerja di garis depan, yakni petugas medis.

“Masalah lainnya, saya kira, saat kita bicara soal tes kesehatan seakan-akan kita semua akan melakukannya. Saya pikir, kita punya sekitar 70 hingga 80 orang staf di Cobham, setidaknya jika kita mulai berlatih lagi,” ujar Lampard.

“Dan, jika kita akan lakukan tes secara reguler, ya boleh-boleh saja, tapi saat kita melihat ke sekeliling kita, di seluruh dunia, saya tidak tahu berapa banyak tes yang dilakukan untuk petugas medis, perawat, dan orang-orang yang terlibat mengatasi pandemi ini serta sudah lakukan pekerjaan yang luar biasa selama dua bulan terakhir ini,” tambah legenda Chelsea tersebut.

“Saya pikir kita tidak akan bisa duduk dengan nyaman, bukan cuma saya, tapi siapapun jika kita tidak bisa memastikan bahwa orang yang dites itu berada di garis depan. Jadi, saya pikir penting bagi sepak bola untuk mempertimbangkannya,” tegas Lampard.

2. Jaga jarak sosial
Sejumlah pemain besar, termasuk Sergio Aguero, sudah ungkapkan kekhawatirannya soal kembali berlatih dan membawa mereka maupun keluarga mereka dalam bahaya terinfeksi virus corona.

Klub-klub Liga Premier setuju dalam sebuah teleconference mereka pekan lalu, bahwa para pemain akan mulai berlatih lagi pada 18 Mei mendatang, dan pertandingan kemudian dimulai tiga pekan berikutnya.

Tapi pertimbangan menjaga jarak sosial tampaknya tetap harus dilakukan selama beberapa bulan mendatang. “Pada saat ini, negara telah berusaha lakukan penjagaan jarak sosial dengan baik dan faktanya, kita mainkan olahraga yang sulit menghindari kontak fisik,” ujar Lampard.

“Bagaimana kita tidak akan membuat para pemain berisiko, dalam hal ini bagaimana kondisinya beberapa pekan kemudian, jika kita lakukan apa yang menyebabkan semuanya bisa terjadi,” tambahnya.

3. Tempat netral dan integritas
Dalam upaya untuk memastikan musim tidak akan dianulir begitu saja seperti yang terjadi di Prancis dan Belanda, tim-tim Liga Premier telah setuju untuk menggunakan stadion netral.

Tidak ada klub yang akan bermain di stadion mereka sendiri, di mana akan memastikan tingkat kesetaraan akan tercipta dalam kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini yang kemudian disebut Lampard akan menyebabkan masalah integritas dengan terhapusnya keunggulan kandang.

“Kami mungkin punya masalah integritas dalam sepak bola jika bermain di tempat netral,” tandasnya.

4. Pemain yang lepas kontrak
Ketidakpastian besar dipastikan akan makin menggayuti para pemain yang kontraknya berakhir pada 30 Juni, sementara tim akan dilarang memanggil pulang para pemain yang tengah dipinjamkan ke klub lain.

Direktur hukum FIFA, Emilio Garcia Silvero, mengungkapkan para pemimpin klub hanya akan dilarang meratifikasi segala upaya untuk mendaftarkan para pemain itu ke klub lain, sampai musim 2019/20 benar-benar dinyatakan selesai, atau secara resmi dibubarkan.

Chelsea saat ini memiliki Willian, Pedro Rodriguez dan Olivier Giroud yang akan habis masa kontraknya bulan depan. Ketiganya dipastikan akan membuat Lampard berkeringat jika musim berlanjut. “Kami punya beberapa pemain utama (yang akan habis masa kontraknya), jadi saya pikir akan ada banyak pembicaraan terkait masa depan mereka,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here