Bundesliga Punya Lima Wonderkid Lagi Selain Jadon Sancho dan Haaland

0
33
Bundesliga Punya Lima Wonderkid Lagi Selain Jadon Sancho dan Haaland
dinasty-poker

Bundesliga Punya Lima Wonderkid Lagi Selain Jadon Sancho dan Haaland

Gilabola.com – Bundesliga terbukti menjadi tempat berkembang-biak yang bagus bagi para talenta muda. Setelah Jadon Sancho dan Erling Haaland, masih ada lima wonderkid lagi yang bisa menarik perhatian banyak tim papan atas.

Beberapa liga sepakbola di dunia bisa mengklaim punya banyak talenta muda yang sama menariknya dengan Liga Jerman. Para pemain seperti Sancho, Haaland, Kai Havertz dan Alphonso Davies, menjadi hanya empat pemain muda yang mewarnai kompetisi papan atas Jerman hampir di setiap pekannya.

Klub-klub Liga Premier berputar-putar di atas mereka dengan dana transfer sebesar 100 juta Poundsterling plus label harga selangit yang dipasangkan kepada pemain seperti Sancho. Tapi, ternyata masih ada sejumlah bintang muda lainnya yang berkembang di sepakbola Jerman. Berikut ini ‘hanya’ lima wonderkid yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya tapi kerap tampil apik untuk klubnya, seperti dilansir Mirror:

Ozan Kabak – Schalke 04

Dua tahun terakhir seakan menjadi badai bagi bek tengah muda yang satu ini. Dia sudah memulai debut seniornya pada Mei 2018, tapi sejak saat itu malah pindah klub dua kali, meski sempat mewakili negaranya.

Menimba ilmu di Galatasaray, Kabak hanya bermain 18 kali untuk klub Turki tersebut, sebelum akhirnya direkrut Stuttgart pada Januari 2019. Tapi penampilannya untuk klub Jerman itu malah lebih singkat, yakni 17 pertandingan saja.

Setelah Stuttgart terdegradasi dari Bundesliga, Schalke merekrut pemain berusia 20 tahun itu. Itu terbukti menjadi langkah bisnis yang bijaksana. Kabak tampil 14 kali sebagai starter di bawah asuhan pelatih David Wager, dan tampil mengesankan.

Bermain gemilang sebagai pemain bertahan satu lawan satu, Kabak juga punya kemampuann fisik yang kuat untuk hadapi para striker bertenaga besar. Ditambah lagi dengan kemampuannya dalam penguasaan bola, dipastikan ia akan menarik perhatian banyak klub elit Eropa.

Arne Maier – Hertha Berlin

Musim 2019/20 ini menjadi musim yang tak mudah bagi pemain muda asal Jerman ini. Ia alami cedera lutut pada April tahun lalu, yang membuatnya absen di paruh pertama musim ini. Saat kembali ke skuad utama, sulit baginya untuk kembali dipercaya di starting XI, karena posisinya sudah diisi pemain lain.

Saking frustrasinya, Maier berharap tinggalkan Herta pada Januari lalu. “Saya benar-benar berterima kasih pada Hertha, dan punya banyak kenangan indah selama 12 tahun terakhir di sini. Tapi saat ini, hengkang menjadi solusi terbaik,” ujarnya saat itu.

Hertha tak kabulkan permintaan Maier, dan itu dilakukan dengan alasan yang baik. Ketika benar-benar fit, pemain berusia 21 tahun itu merupakan gelandang elegan, pemain yang bisa memulai pertandingan di lini serang, atau menjadi andalan di linipertahanan. Dia juga bisa bermain sebagai pemain nomor enam atau bahkan pemain nomor 10 dan pernah juga dicoba sebagai libero oleh pelatih Timnas Jerman U-21, Stefan Kuntz.

Pemain ini yang sempat dipantau Manchester United dan Arsenal, diperkirakan akan pindah dengan harga yang tak murah.

Christoph Baumgartner – Hoffenheim

Di paruh pertama Bundesliga musim ini, seakan menjadi periode pembelajaran bagi pemain berusia 20 tahun itu.  Waktu bermainnya dikelola dengan hati-hati, tapi ada banyak bakat yang muncul saat ia dimainkan.

Mampu bermain melintasi lini tengah atau lebih jauh ke depan, Baumgartner – yang mengaku terinspirasi permainan Kevin De Bruyne, kerap masuk ke posisi yang menjanjikan. Sayangnya, saat itu ia hanya berhasil mencetak satu gol untuk Hoffenheim.

“Saya sering berakhir dalam situasi yang bagus, tapi saya masih harus belajar untuk tetap tenang dan tenang di depan gawang,” ujar Baumgartner kepada Kicker, Januari lalu.

Dia boleh dikatakan sebagai pemain yang bisa belajar dengan cepat. Dalam tujuh penampilan terakhirnya di Liga Jerman, Baumgartner telah mencetak tiga gol dan dua assist.

Moussa Diaby – Bayer Leverkusen

Tidak mudah untuk menonjol di lini serang Bayer, mengingat sudah ada Kai Havertz dan Leon Bailey. Namun, Diaby tampil mengesankan sejak ia datang dari PSG pada musim panas lalu.

Pemain sayap yang menggairahkan ini bisa bermain di kedua sisi. Hingga Diaby akhirnya perlahan-lahan diintegrasikan ke skuad Leverkusen, dan sejak November lalu hampir selalu bermain. Seperti halnya Baumgartner, pemain internasional Prancis U-21 ini juga berkembang pesat di kedua paruh musim.

Diaby telah mencetak empat gol dan lima assist selama 2020 ini, dan berperan penting saat Bayer kalahkan Rangers 3-1 dalam kemenangan di leg pertama babak 16 besar Liga Europa.

Joshua Zirkzee – Bayern Munchen

Striker muda asal Belanda ini telah memulai debutnya di tim senior, di mana ia turun di menit-menit akhir laga melawan Freiburg, Desember tahun lalu. Saat itu kedudukan kedua tim tengah imbang 1-1. Namun, Zirkzee mencetak gol lewat sentuhan pertamanya, dan mempersembahkan kemenangan 3-1 bagi raksasa Bavaria itu.

Pada penampilan keduanya, dia ikut menyerang lagi. Pemain berusia 18 tahun ini akhirnya berhasil bukukan tiga gol dan satu assist dalam lima penampilannya di Bundesliga.

Tentu saja, ini menjadi rekor yang mengesankan, tapi Zirkzee harus menunggu saatnya menjadi bintang di Bayern. Terutama, di saat Robert Lewandowski tengah menikmati salah satu musim paling produktif dalam karirnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here