Barcelona Sulit Turunkan Tensi Permainan Lawan di Sisa Musim, Ini Alasannya!

0
31
Barcelona Sulit Turunkan Tensi Permainan Lawan di Sisa Musim, Ini Alasannya!
dinasty-poker

Barcelona Sulit Turunkan Tensi Permainan Lawan di Sisa Musim, Ini Alasannya!

Gilabola.com – Barcelona diyakini bakal sulit turunkan tensi permainan lawan, dengan adanya aturan baru mengenai pergantian lima pemain dalam satu pertandingan.

Hal inilah yang dikeluhkan pelatih Barca, Quique ​​Setien, jelang kembali digelarnya kompetisi musim ini bulan depan.

Menurut pelatih 61 tahun itu, peraturan baru tersebut bisa berakibat buruk bagi Lionel Messi dan rekan-rekannya, bahkan cara itu dinilainya bisa menghancurkan taktik yang diterapkan tim.

Menurut Setien yang sebelumnya mengasuh Real Betis itu, munculnya lima pemain pengganti akan merusak peluang timnya untuk menurunkan tensi permainan lawan-lawan mereka.

Tapi di sisa musim ini, La Liga memang menerapkan peraturan baru yang ditujukan untuk membantu mengurangi cedera pemain saat kompetisi sepak bola dimulai lagi di tengah-tengah masih terjadinya pandemi coronavirus.

Bagi pelatih Barcelona tersebut, ada kekhawatiran bahwa tim yang lebih kecil akan mampu mengemas lini pertahanan mereka dan menggantikan pemain yang kelelahan, dengan cara yang biasanya tidak bisa mereka lakukan.

“Saya pikir, lakukan lima pergantian pemain sebenarnya bisa merugikan kita, karena cara kita bermain. Kami tahu, di sebagian besar waktu kami bertanding, kami menyelesaikannya di tahap akhir pertandingan,” ungkap Setien dalam perbincangan jarak jauhnya dengan Federasi Sepak bola Las Palmas, seperti dilansir SunSport.

“Karena itu, jika Anda memberi tim lawan opsi untuk memainkan pemain baru selama waktu itu, kelemahan yang dihasilkan, dengan melelahkan pemain mereka, tidak akan terjadi pada tingkat yang sama,” tambahnya.

Pelatih Barcelona, Quiqie Setien.

“Artinya, itu juga bisa memberimu lebih banyak sumber daya pada saat tertentu. Jadi, ini menjadi jumlah yang tidak diketahui dan kita akan lihat bagaimana hasilnya,” ungkap Setien.

Namun, statistik tidak selalu setuju dengan poin yang diungkapkan pelatih Barcelona tersebut.

Sepanjang musim 2019/20, yang sebagian besar di antaranya dimainkan Barca di bawah asuhan Ernesto Valverde, mereka kebobolan lebih banyak gol telat di akhir laga dibandingkan yang berhasil mereka cetak.

Hanya 11 persen dari serangan Blaugrana di ajang liga yang terjadi setelah menit ke-81, sementara mereka tercatat bukukan 19 persen dari gol yang mereka biarkan masuk di periode waktu yang serupa.

Klub pemimpin klasemen sementara La Liga itu jauh lebih bergantung pada gol-gol yang tercipta di antara menit ke-31 hingga menit 40, yakni sebesar 16 persen, dan pada menit ke-41 hingga ke-50 yang sebesar 19 persen.

Performa mereka yang berhasil mengubah pertandingan dan terjadi di 10 menit terakhir, terjadi dalam lima pertandingan La Liga yang dilakoni Barcelona pada musim 2019/20 ini. Namun, hanya dua laga yang menghasilkan kemenangan untuk Blaugrana.

Lionel Messi mempersembahkan kemenangan kepada pelatih barunya itu di laga terakhir sebelum kompetisi dihentikan, yakni saat Messi membawa Barca menang 1-0 atas Real Sociedad lewat golnya yang tercipta di menit ke-81. Megabintang asal Argentina itu pula yang mencetak gol telat di menit ke-86, saat Barca akhirnya menang 1-0 di markas Atletico Madrid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here