Barcelona Mulai Operasi Kencangkan Ikat Pinggang

0
40
Barcelona Mulai Operasi Kencangkan Ikat Pinggang
dinasty-poker

Barcelona Mulai Operasi Kencangkan Ikat Pinggang

Gilabola.com – Barcelona harus bekerja dengan anggaran baru pada musim depan yang tampaknya bisa membuat Blaugrana benar-benar mengencangkan ikat pinggang.

Dari saat pertama krisis akibat coronavirus dialami Barca, mereka sudah memperkirakan dampak ekonomi yang mereka alami akan sangat besar. Itulah sebabnya, dibentuk badan khusus untuk menangani krisis ini yang dipimpin langsung presiden Josep Maria Bartomeu, bersama-sama CEO Grascar Grau dan direktur olahraga profesional, Albert Soler, di mana mereka mengelola ERTE dengan para karyawan, yang dilengkapi juga dengan perjanjian penurunan upah skuad utama.

Kini, setelah tujuh pekan alarm krisis itu berdering, dan dengan wacana bahwa kompetisi akan dilakukan secara tertutup – itulah yang dianggap terbaik saat ini, raksasa Catalan itupun merasa inilah saatnya untuk mengencangkan ikat pinggang.

Anggaran Klub Menyusut Drastis

Pihak eksekutif Barcelona terus bekerja menyiapkan anggaran untuk tahun akademik berikutnya, yang jumlahnya MENYUSUT hingga kurang dari 250 Juta Euro (sekitar Rp 4 Trilyun) – jauh dari rancangan anggaran yang sudah disetujui dan tak akan bisa dipenuhi klub. Masa-masa sulit dan keharusan untuk hidup berhemat pun harus dilakukan Blaugrana serta seluruh pemain dan karyawannya agar bisa bertahan.

Diungkapkan AS, salah satu bab penting yang harus dilakukan saat ini, adalah mengurangi massa gaji klub. Pada awal musim ini, Barca telah berencana mendedikasikan 65 persen anggarannya untuk gaji pemain, yakni sebesar 680 Juta Euro atau sekitar Rp 10,9 Trilyun.

Perkiraan pengeluaran gaji pemain untuk musim depan dipastikan menjadi lebih rendah, di mana besarannya dikurangi dari 65 persen menjadi 60 persen. Tapi, keseluruhan anggaran yang dimiliki Barca saat inipun sudah menyusut drastis, menjadi hanya sekitar 750 Juta Euro atau sekitar Rp 12 Trilyun. Dengan kata lain, ‘hanya’ sekitar 450 Juta Euro (Rp 7,2 Trilyun) yang akan diperuntukkan bagi upah pemain, atau 230 Juta Euro (sekitar Rp 3,7 Trilyun) lebih sedikit dari musim ini.

Lalu, dari mana dana tersebut berasal? Ini menjadi topik yang banyak menimbulkan pertanyaan. Namun hal yang paling mudah adalah, para pemain sepakat memotong gaji mereka, tapi kontraknya ditandatangani dan jika tidak ada kesepakatan antara pemain maupun klub, maka mereka bisa membatalkan kontrak tersebut.

Solusinya, yang juga tidak mudah, adalah mencoba menempatkan pemain dengan chip tinggi untuk pemain lain yang berbiaya lebih rendah, baik pemain rekrutan maupun yang berasal dari akademi.

Sejak awal, klub sudah mencoba untuk lakukan pengurangan umum terkait semua biaya operasional klub. Operasi mengencangkan ikan pinggang inipun dipastikan akan memengaruhi semua level entitas.

Di antaranya akan dinegosiasikan ulang dengan pihak sponsor, biaya perjalanan yang juga akan dibatasi, template yang akan disesuaikan (misalnya, dalam bola basket dikurangi dari 16 chip saat ini menjadi 14) dan pihak klub akan memperhitungkan setiap sen pada semua faktur.

Saat Antoni Rossich masih menjadi manajer umum klub di tahun 2010, Barcelona berhenti membuat fotokopi berwarna dan para eksekutif bisa pergi sendiri ke fasilitas latihan untuk melihat apakah lampu yang putus sudah kembali berfungsi.

Pihak klub sendiri telah menegaskan, hal ini tidak akan mempengaruhi proyek olahraga. Wakil Presiden Cardoner menegaskan kepada ESPN pekan ini bahwa ‘mereka akan mempertahankan keunggulan’, dan staf pengurus sendiri menegaskan mereka akan terus berusaha untuk meningkatkan pendapatan melalui cara lain, seperti halnya rumah produksi Barca Studios.

Tentu saja, agar pemain dari tim lain mau datang, penting bagi mereka untuk direkrut dengan biaya lebih rendah dibandingkan para pemain yang akan meninggalkan Camp Nou. Meskipun harus diakui, sepertinya, tidak banyak yang mau pergi dari tim raksasa Catalan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here