Alasan Rio Ferdinand Tolak Main Bareng Lionel Messi di Barcelona

0
18
Alasan Rio Ferdinand Tolak Main Bareng Lionel Messi di Barcelona
dinasty-poker

Alasan Rio Ferdinand Tolak Main Bareng Lionel Messi di Barcelona

Legenda Manchester United Rio Ferdinand mengungkap alasan sesungguhnya ia batal bermain sepak bola bareng Lionel Messi di Barcelona. Begini alasannya.

Rio Ferdinand menjadi bek termahal di dunia ketika Manchester United membayar Leeds United senilai 584 miliar rupiah pada tahun 2002. Ferdinand kemudian berkembang menjadi bek terbaik di Old Trafford.

Mantan bek tengah West Ham United itu mengakui pekan ini bahwa momen terbaik dalam karirnya terjadi ketika ia menjadi kapten The Red Devils pada final Liga Champions 2008 melawan Chelsea.

Setan Merah harus mengalahkan Barcelona di semi final dan gol Paul Scholes pada leg kedua membawa tim asuhan Sir Alex Ferguson itu lolos ke partai final di Stadion Luzhniki Moskow.

Manchester United tidak kebobolan satu pun gol selama lebih dari 180 menit saat melawan pemain seperti Samuel Eto’o, Thierry Henry dan Lionel Messi. Performa hebat pertahanan The Red Devils di Camp Nou ditopang oleh para pendukung sebagai salah satu yang terbaik di era Ferguson.

Ferdinand tampil luar biasa di Spanyol ketika Setan Merah mencatatkan clean sheet dan dia mengungkapkan bahwa pelatih Barcelona Frank Rijkaard saat itu mendekatinya di lorong stadion saat laga usai, menjelaskan bahwa dia sangat ingin mengontraknya.

Negosiasi kemudian berkembang antara agen Ferdinand dan raksasa Catalan itu tetapi mantan kapten Man United itu mengatakan dia menemukan semua yang ingin dia cari di Old Trafford. Itulah alasan Rio Ferdinand batal pindah ke Camp Nou.

“Saya nyaris bergabung dengan Barcelona. Ada pembicaraan dengan agen saya,” kata Ferdinand kepada BT Sport. “Saya berbicara dengan Rijkaard bukan tentang pergi ke sana tapi dia hanya memberitahu isi kepalanya tentang saya. Itu setelah pertandingan di Barcelona saat bermain imbang 0-0, di lorong stadion setelah pertandingan ketika saya berbicara dengan Rijkaard.”

“Saya selalu mengatakan saya ingin bermain di luar negeri tetapi satu-satunya hal yang akan menghentikan saya adalah jika saya menang dan sukses di dalam negeri. Saya beruntung menemukan klub hebat seperti Manchester United, tidak ada alasan bagi saya untuk pergi.”

Ferdinand tetap tinggal di Old Trafford untuk sebagian besar sisa karirnya. Dia kembali menghadapi Barcelona sebanyak dua kali tetapi kalah pada kedua kesempatan tersebut ketika Pep Guardiola menjadi otak kemenangan pada perjumpaan kedua tim tahun 2009 dan 2011.

Barcelona berubah menjadi tim terbaik di dunia dengan Guardiola menghasilkan skuad terbaik sepanjang masa. Tapi Ferdinand menegaskan dia tidak menyesali keputusannya dan mengatakan situasinya berbeda pada tahun 2008.

“Ada panggilan bagi saya untuk pergi ke berbagai klub. Ketika tawaran-tawaran datang, klub-klub itu dalam masa transisi dan tidak masuk akal untuk pergi ke suatu tempat, yang mungkin butuh dua atau tiga tahun untuk memenangkan sesuatu.”

“Ada etiket, tetapi Anda mengerti apa yang dikatakan seseorang. Saya pikir Frank [Rijkaard] adalah pria yang sangat terhormat. Tetapi pada akhirnya Anda tahu di mana Anda berada setelah percakapan dan kemudian agen Anda mulai mengonfirmasi, Anda akan mengerti seandainya Anda berada pada momen itu.”

“Tapi kami mengalahkan mereka [Barcelona] dan kemudian menjadi Juara Eropa jadi mengapa saya harus pergi ke tim lain. Pada saat itu Xavi, Iniesta, Messi baru berusia 20 tahun. Mereka bukan pemain seperti adanya tiga atau empat tahun kemudian. Itu adalah pemandangan yang sangat berbeda pada waktu itu tetapi sangat luar biasa.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here