Ajax vs Tottenham: Berakhirnya Sebuah Dongeng

0
30
berita-champion2
dinasty-poker

Kisah heroik Ajax Amsterdam di Liga Champions musim ini berakhir. Adalah Tottenham Hotspur yang memastikan perjalanan raksasa Belanda itu terhenti di babak semifinal Liga Champions.

Perjalanan Ajax musim ini di panggung Eropa memang sudah sangat luar biasa. Kejutan demi kejutan mereka berikan, mulai dari menyingkirkan Real Madrid hingga menendang Juventus di perempat final telah banyak membuat pujian mengalir.

Namun dongeng itu akhirnya berakhir dengan kesedihan. Banyak diunggulkan bakal melaju ke final Liga Champions berkat keunggulan 1-0 di semifinal leg pertama di London, Ajax justru kalah 2-3 di leg kedua di kandang sendiri.

Hasil itu membuat tim asuhan Erik ten Hag gagal melaju ke partai puncak. Meskipun demikian, Frenkie de Jong mengatakan bahwa timnya layak untuk tampil di final dengan performa yang mereka tampilkan sejauh ini.

Tak Berakhir Bahagia

Pada pertandingan Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB tadi, De Godenzonen mampu tampil gemilang dan sempat unggul dua gol di babak pertama. Namun Spurs mampu membalikkan skor usai jeda istirahat.

Adalah Lucas Moura yang menjadi bintang dalam comeback luar biasa Spurs tersebut. Penyerang asal Brasil tersebut mencetak tiga gol pada menit ke-55, ke-59 dan satu gol penentu ia cetak ketika pertandingan memasuki menit kelima injury time. Gol terakhir itu yang mengakhiri dongeng Ajax di panggung Eropa musim ini.

“Saya pikir kami layak untuk ke final, melihat cara kami bermain sepanjang turnamen ini, dan juga di babak pertama malam ini. Meski demikian, Spurs juga berhak untuk lolos dengan performa mereka di babak kedua itu,” ujar De Jong di situs resmi Liga Champions.

“Saya pikir semua orang menikmati apa yang telah kami lakukan di Liga Champions musim ini, ini seperti sebuah dongeng. Sayangnya ini adalah dongeng dengan akhir tak bahagia. Sangat mengecewakan gagal ke final di detik-detik terakhir,” tandasnya.

Bukan Yang Pertama

Dilanjutkan pula oleh De Jong bahwa ia tak mengerti kenapa rekor kandang mereka di panggung Liga Champions musim ini tak berjalan sesuai harapan. Bukan kali ini saja Ajax gagal meraih kemenangan ketika itu bermain di Johan Cruyff Arena.

Saat melawan Real Madrid di babak 16 besar, Ajax menelan kekalahan 1-2 di leg pertama sebelum membalikkan skor dengan menang 4-1 di Santiago Bernabeu pada leg kedua. Hasil yang mirip juga mereka dapatkan di perempat final.

Menghadapi Juventus di perempat final Liga Champions, Ajax hanya mampu bermain imbang 1-1 di Johan Cruyff Arena pada leg pertama. Dan lagi-lagi, di leg kedua di Turin mereka membalikkan kedudukan dengan menang dengan skor 2-1.

“Secara jelas ini adalah ketiga kalinya beruntun di mana kami menang di laga tandang tapi gagal mengulanginya di kandang,” sambungnya.

“Saya tak benar-benar tahu kenapa. Kami selalu mencoba untuk bermain dengan cara yang sama, baik kandang atau tandang. Dan andai kami mampu mempertahankan performa kami seperti di babak pertama, kami pasti bisa menang hari ini,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here