11 Pemain Terburuk Los Blancos, Tak Layak Masuk Sejarah Real Madrid

0
49
dinasty-poker

11 Pemain Terburuk Los Blancos, Tak Layak Masuk Sejarah Real Madrid

Berikut ini daftar 11 pemain terburuk Los Blancos. Satu di antaranya mencetak gol bunuh diri dan kena kartu merah pada debutnya bagi Real Madrid. Saking buruknya, klub ingin menghapus nama-nama mereka.

Real Madrid adalah sebuah klub terkemuka, bukan saja di Liga Spanyol, tapi juga pada level Eropa. Mereka meraih 33 gelar juara La Liga, selain 13 trofi kuping besar Champions League. Saking hebatnya, Los Blancos diberi gelar kehormatan sebagai Klub Terbaik Abad ke-20 oleh otoritas sepak bola dunia FIFA pada tahun 2000.

Meski begitu Real Madrid ternyata pernah salah pilih pemain. Bukan satu, bukan dua, tapi sering. Dan inilah daftar nama 11 pemain terburuk yang pernah salah direkrut oleh Los Blancos.

Kiko Casilla

Pemain Spanyol itu mendarat di Real Madrid pada tahun 2015 sebagai kiper yang diplot untuk menyaingi kiper No 1 Keylor Navas, setelah kesepakatan untuk mendatangkan David de Gea dari Manchester United gagal. Dalam tiga setengah tahun masa karirnya di Bernabeu, Kiko Casilla sering tampil di bawah mistar gawang tetapi tidak pernah benar-benar meyakinkan. Kiper berusia 33 tahun ini akhirnya terdampar di klub divisi kedua Liga Inggris, Leeds United.

Danilo

Advertisement

berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Real Madrid membayar 563 Milyar rupiah untuk mendapatkan full-back ini dari Porto pada tahun 2015, tetapi ia tidak pernah bisa menembus skuad utama tim jersey putih itu. Penampilan cemerlang Dani Carvajal membuat Danilo terus menerus tersisihkan dan pada akhirnya ia memilih pergi ke Manchester City selama dua tahun dari kontraknya selama enam tahun, sebelum pemain 28 tahun ini pindah lagi ke Juventus pada tahun 2019.

Jonathan Woodgate

Ia menunggu selama satu tahun penuh untuk melakukan debutnya di Real Madrid akibat terpaan cedera, namun penampilan pertama bek tengah bersama Los Blancos tidak sesuai rencana. Jonathan Woodgate mencatatkan gol bunuh diri dan satu kartu merah saat turun membela tim melawan Athletic Bilbao, yang memberi kesan buruk bagi pada pendukung Real Madrid. Satu survei di Spanyol pada tahun 2007 menyebut nama Woodgate sebagai rekrutan terburuk yang pernah dilakukan Real Madrid pada abad ke-21. Woodgate kemudian pindah ke Middlesbrough, Tottenham Hotspur, Stoke City, sebelum kembali lagi ke Middlesbrough sampai tahun 2016 dan pensiun.

Walter Samuel

Nggak salah nih? Ya Walter Samuel sangat sukses di Italia tapi gagal total di Bernabeu.  Los Blancos menghabiskan 447 Milyar rupiah untuk membawanya dari AS Roma, tetapi tidak mampu mencatatkan namanya di Liga Spanyol. Hanya dalam waktu semusim ia sudah kembali ke Serie A, ke Inter Milan, sebelum mengakhiri karir sepakbolanya di Basel.

Theo Hernandez

Los Blancos berjuang keras untuk mendatangkan bek kiri ini dari Atletico Madrid dan akhirnya mendapatkannya setelah membayar klausul rilisnya sebesar 429 Milyar rupiah. Tapi semua susah payah itu tidak sepadan dengan hasil di atas lapangan. Theo Hernandez, yang berayahkan Prancis dan beribukan Spanyol, hanya tampil 13 kali bagi Real Madrid di Liga Spanyol pada musim pertamanya sebelum dipinjamkan ke Real Sociedad dan akhirnya dijual ke AC Milan pada 2019.

Asier Illarramendi

Gelandang Spanyol ini didatangkan dari Real Sociedad pada tahun 2013 sebagai bagian dari belanja besar-besaran Real Madrid untuk mendatangkan pemain bintang pada tahun 2013. Awalnya sebagai pemain usia 23 tahun yang menjanjikan. Tapi ia kemudian gagal menembus skuad utama Los Blancos di bawah asuhan Carlo Ancelotti dan kemudian kembali ke Real Sociedad pada tahun 2015, dan setia di sana sampai dengan hari ini.

Nuri Sahin

Ada banyak kegembiraan dan harapan saat gelandang, yang melakukan debutnya di Turki pada usia 17 tahun ini, memulai debutnya di Bernabeu pada tahun 2011 atau umur 23 tahun. Namun rekrutmen seharga Rp 178 Milyar ini ternyata tidak bisa tampil mengesankan di bawah Jose Mourinho dan, setelah satu periode pinjaman di Liverpool dan Dortmund, ia pindah kembali ke BVB secara permanen pada 2014 dengan hanya empat penampilan di ajang Liga Spanyol atas namanya. Menyedihkan.

Julien Faubert

Semua orang kaget saat Real Madrid membayar Rp 26,8 Milyar untuk mendatangkan pemain Prancis itu dengan status pinjaman dari West Ham United selama paruh kedua musim 2008/2009. Julien Faubert hanya menjadi starter dua kali saja di ajang La Liga dalam periode enam bulan sebelum Los Blancos tidak mengambil opsi untuk membelinya pada akhir musim dan ia kembali ke Upton Park.

Javier Saviola

Ini adalah sebuah transfer gratis, namun kepindahan Javier Saviola dari Barcelona ke Real Madrid tidak memenuhi harapan besar yang menyertainya. Selama dua musim di Bernabeu, ia banyak sekali turun dari bangku cadangan sebelum ia pergi dan pindah ke Benfica pada tahun 2009.

Royston Drenthe

Real Madrid memenangkan perlombaan untuk menandatangani pemain sayap yang dinantikan semua orang ini dari Feyenoord, membayar klub Belanda itu Rp 250 Milyar pada musim panas 2007. Namun, karir Drenthe tidak pernah benar-benar sempurna di Spanyol karena perilakunya di luar lapangan merusak penampilannya di atas lapangan hijau.

Setelah dipinjamkan ke Hercules dan Everton, ia bergabung dengan Alania Vladikavkaz usai kontraknya berakhir pada 2012. Sekarang 32 tahun, ia bermain untuk Kozakken Boys di divisi ketiga sepakbola Belanda. Juga sebuah karir sepak bola yang menyedihkan.

Antonio Cassano

Pemain lain dengan masalah di luar lapangan, marah-marah setiap kali tidak masuk skuad utama, dan Cassano hanya bertahan satu musim di Bernabeu sebelum dipinjamkan ke Sampdoria. Perselisihan dengan pelatih Real Madrid Fabio Capello adalah salah satu dari sejumlah perselisihan dengan klub. Ia bertahan dua musim tapi hanya 19 penampilan bagi Los Blancos, sebelum pindah ke Sampdoria , Milan, Inter, Parma, Sampdoria lagi dan akhirnya Verona sampai dengan hari ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here